Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2011

Saat Engkau Bersedih

# SAAT ENGKAU BERSEDIH.....................((Kemanakah Hati Hendak Mengadu???)) Suatu Ketika...... Ketika harimu diliputi kesedihan Masalah-masalah yang ada Terasa Menghimpit dada Dunia Terasa tidak lagi indah Perih rasanya hati........ Ooooghhh........... Mana Bahagia Itu??? Inilah Saat Merasa engkau membutuhkannya Mendekatinya.......... Meminta Kepada-Nya Pasrahklanlah Smua Permasalahan Pada-Nya Karena Sesungguhnya Dialah Yang Bisa Menolongmu Bukan Yang Lain Allah...... Allah...... Allah......... Kepada-Nyalah smua Urusan Kembali Hanya Allah Saja Tempat Kita Bergantung Hanya Allah saja tempat kita berharap Hanya Allah saja tempat kita Memohon Berdoa Dan Bersabarlah Yakinlah....... Smua akan Baik-baik saja Ingatlah Wahai Diri Ingatlah Wahai Hati Tiada Satu kekuatan pun Yang dapat menolongmu Selain Allah saja Jangan Pernah Jauh Dari-Nya Mendekatlah Lebih Dekat lagi Rindukanlah....... Seperti Engkau merindukan kekasihmu Dengan Menggebu-gebu Namun lebih dahsyat lagi Rasakanlah kehadiran yang kau rindukan itu Dengan hatimu........ Allah itu indah Dan hati yang indah jualah yang dapat merasakan akan hadirnya Dan Alangkah beruntungnya engkau Yang slalu mensucikan jiwanya..... Saat engkau bersedih..... Tiadalah yang dapat memberimu ketenangan Selain yang datang dari-Nya Maka......... Berharaplah Pada-Nya ~Bdg 24-06-2011~ By.N.A.mancunk)) (( Tulisan ini terinspirasi......tatkala saya,dirundung rasa sepi,seolah hidup sendiri.....namun ternyata pandangnku salah......bahwa aku tidak sendiri......Dia........Allah,slalu ada untukku....setiap waktu Dia temaniku......Bersamanya kutemukan ketenangan)) I Love U ya Allah U Always In My Heart.....Forever!! Alhmdulilah.........tulisan ini selesai sambil nuggu buka puasa ^-^ Saat Smua Problema Hidup menghimpitmu........ Kemanakah Kita mesti berharap???? Maka Jawablah.......... " Cukuplah ALLAH bagiku,tidak ada TUHAN selain diri-NYA. Hanya kepada-NYA aku bertawakkal" (Q.S At-Taubah;129)~ Kado Hati Dari Al-Quran: :" Sungguh kami Berikan Cobaan Kepadamu,Dg sedikit ketakutan.Kelaparan,kekurangan Harta,Jiwa,dan Buah-buahan" (Q.S Al-Baqarah:155) **Ketenangan HATI bersama Allah ** "(Yaitu) orang-orang yg beriman dan hati mereka Menjadi tenteram dengan mengingat Allah.Ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram" (Q.S Ar-Ra'd:28) #Dan........Orang beriman itu Kuat........ "Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati,padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi Derajatnya.Jika kamu orang-orang yg beriman" (Q.S.Ali Imron:139) #Dan Hanya Allah yang dapat menolong kita....... "Jika Allah menolong kamu,maka tak adalah orang yg dpt mengalahkanmu.Jika Allah membiarkan kamu,tdk memberi pertolongan,maka siapakah gerangan yg dpt menolong kamu selain Allah sesudah itu?karena itu hendaklah kp Allah saja orang-orang bertawakkal" (Q.S Ali Imran:160) # Dan Bersabarlah........ "Maka bersabarlah kamu,sesungguhnya janji Allah itu benar,dan Mohonlah ampun untuk dosamu dan bertasbihlah seraya Memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi" (Q.S Al-Mukmin:55) # Dan Pasrahkan segalanya hanya kepada-Nya "Dan barang siapa berserah diri kepada Allah,sedang dia orang yg brbuat kebaikan,maka sesungguhnya dia tlah brpegang kpd buhul(Tali) yg kokoh.hanya kpd Allah kesudahan sgala urusan** Sejenak.......... Kita berdoa...... Ya Allah,..... tetap jadikan hati kami tuk selalu ikhlas dan ridha pada Qadha-Mu Tetaplah..... Condongkan hatiku agar tetap selalu tertuju pada-Mu Rahmatilah Aku dengan Rahmat dan Cinta-Mu Aamiin

Selasa, 02 Agustus 2011

Ciptaan ALLAH TA'ALLA yang Paling Hebat

~Ciptaan ALLAH TA'ALLA yang Paling Hebat~♥ Imam Ali bin Abi Thalib ra. ditanya tentang apa ciptaan ALLAH yang paling hebat? Beliau berkata: Sesungguhnya aku melihat besi. Maka kupikir, besi adalah ciptaan ALLAH yang paling hebat. Kemudian aku mendapati api melelehkan besi. Maka kupikir, api-lah ciptaan ALLAH yang paling hebat. Kemudian aku menemukan air yang memadamkan api. Maka kupikir, air-lah ciptaan ALLAH yang paling hebat. Lalu aku melihat awan yang membawa air. Maka kupikir, awan-lah ciptaan ALLAH yang paling hebat. Aku-pun melihat angin yang meniup awan. Maka kupikir, angin-lah ciptaan ALLAH yang paling hebat. Kemudian aku menyaksikan gunung yang tetap kokoh walau diterpa angin. Maka kupikir, gunung-lah ciptaan ALLAH yang paling hebat. Kemudian aku melihat manusia yang berjalan di atas gunung dan memahatnya. Maka kupikir, manusia-lah ciptaan ALLAH yang paling hebat. Aku-pun melihat manusia tertidur. Maka kupikir tidur-lah ciptaan ALLAH yang paling hebat. Kemudian aku menemukan bahwa kecemasan dan kesedihan mengganggu tidur. Maka kupikir bahwa kecemasan dan kesedihan-lah ciptaan ALLAH yang paling hebat. Kemudian kutemukan bahwa kecemasan dan kesedihan itu ada di hati. Maka kupikir, hati-lah ciptaan ALLAH yang paling hebat. Dan kuketahui bahwa hati tidak menjadi tenteram kecuali dengan mengingat ALLAH. Maka kusimpulkan bahwa, DZIKRULLAH (mengingat ALLAH) adalah ciptaan ALLAH TA'ALLA yang paling hebat.... SUBHANALLAH ... ALLAHU AKBAR. ALLAH TA'ALLA berfirman: Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat ALLAH. Ingatlah, hanya dengan mengingat ALLAH hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra'd: 28)

Rabu, 27 Juli 2011

Jika Engkau


(¯`v´¯)♥♫" :::JIKA ENGKAU::: "♫♥
`•.¸.•``(´'`v´'`)♥ ღ☆ღ,*ღ☆ღ*ღ☆ღ*ღ☆ღ*ღ☆ღ* ♥
...♥♥...♥`•.¸.•´
.¸.•´¸.•*♥ .:|:. ♥ .:|:. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ:. ♥ .:|:. ♥ .:|:.
♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♫
...
Nasehat ini untuk semuanya ……….
Untuk mereka yang sudah memiliki arah………
Untuk mereka yang belum memiliki arah………
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
Nasehat ini untuk semuanya…….
Semua yang menginginkan kebaikan.

Nikah itu ibadah…….
Nikah itu suci……….. ingat itu……
Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena
kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan…..
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan….. Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta….
Namun…… jika cinta engkau jadikan sbg landasan,
maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah ” ALLAH ” sebagai landasan……
Niscaya engkau akan selamat, Tidak saja dunia, tapi juga akherat…….
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan……
Niscaya mawaddah, sakinah dan warahmah akan tercapai.

Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam “Istanamu”…..
disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan…….
Jika ini kau lakukan “istanamu” tidak akan langgeng..

Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw….
Beliau tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan sorban,
karena sang istri tercinta tdk mendengar kedatangannya.

Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan
tersaji dihadapannya ketika lapar……..
Menjahit bajunya yang robek……..

Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam “istanamu”…..
Disayang, dimanja dan dilayani suami……
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu….
Jika itu engkau lakukan, “istanamu” akan menjadi neraka bagimu

Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu………
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu……
Jika itu engkau lakukan akan celaka….
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah…..
Lihatlah bagaimana Allah menegur ” Nabi “-mu
tatakala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena
menuruti kemauan sang istri.

Tegaslah terhadap istrimu…..
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah…….
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya……
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth…..
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang…..
Istrimu bisa menjadi musuhmu….

Didiklah istrimu…
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya……
Jadikan dia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang
suami Muhammad saw menerima tugas risalah…..

Istrimu adalah tanggung jawabmu….
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah…..
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah…
Biarkan mereka menjadi hajar atau Maryam….
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu…

Jika engkau menjadi istri…
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu…
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah……
Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami…..
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya….
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.

Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu….
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu….
Jika itu kau lakukan….. Kecintaannya terhadapmu akan
memaksanya menjadi pendurhaka…… jangan……….

Jika engkau menjadi Ayah.....

Jadilah Ayah yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah Ayah yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah Ayah yang kasih seperti Muhammad saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah……….
Ajaklah mereka taat kepada Allah…….
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti…….
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat…….
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan’an yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah……….
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih…..
Anak yang bisa membawa kebahagiaan.

Jika engkau menjadi ibu….
Jadilah engkau ibu yang bijak, ibu yang teduh….
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu….
Jadikanlah mereka mujahid………
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah…..
Jangan biarkan mereka bermanja-manja…..


✿`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*✿.

(¯`v´¯)♥Amiin Ya Robbal 'alamiin
`•.¸.•``(´'`v´'`)♥(¯`v´¯)♥(¯`v´¯)
..♥♥...♥.`•.¸.•´♥. `•.¸.•`.♥`•.¸.•`♥" Sang Pencari Cinta Sejati-Nya"♥
(¯`v´¯)♥:(¯`v´¯)♥:(¯`v´¯)♥:(¯`v´¯)♥:(¯`v´¯)♥:(¯`v´¯)♥:(¯`v´¯)♥
`•.¸.•`¸.´`•.¸.•`¸.´`•.¸.•`¸.``•.¸.•`¸.``•.¸.•`¸.``•.¸.•`¸.´`•.¸.•

Jumat, 22 Juli 2011

Menangislah




´'`v´'`) `•.¸.•´ ღ☆ღ MENANGISLAH..... ღ☆ღ .¸.•´¸.•*¨) (¸.•´ (¸.•´ ♥♥♥♥ ...♫•*¨*•.¸ﷲ¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ☆ღ*¨*¤.¸¸::♥::♥.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ*♥♫•*¨*•♫ ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥ Menangislah! Ketika diri tidak ringan bergerak dalam berbuat taat. Menangislah! Ketika kenikmatan dunia senantiasa menghujani namun amal soleh tidak berbanding lurus dan meningkat dengan kenikmatan yang diterima. Dimanakah letak kurangnya kasih sayang Allah SWT kepada kita? Kita senantiasa menuntut hak kita terhadap Allah SWT, namun rasa syukur kita ketika mendapat nikmat-Nya tak pernah kita tunjukan dihadapan-Nya walau hanya sekedar ucapan “Alhamdulillah”. Kita malah terlupa dan kadang lupa diri, bahwa apapun nikmat yang kita terima sesungguhnya berasal dari Allah SWT. Terkadang, kebanyakan dari kita hanya ingat kepada-Nya sewaktu diri tertimpa musibah dan kesempitan dalam hidup. Padahal, dengan mengingat Allah SWT disaat lapang dan kebahagiaan hidup menghampiri akan mendatangkan kecintaan Allah SWT dan insya Alloh di saat kesusahan menghampiri kehidupan, Allah SWT akan berbalik mengingat kita. Menangislah! Untuk mengharapkan datangnya pertolongan Allah SWT terhadap diri kita, sehingga Dia mengaruniakan kekuatan dan pertolongan untuk memudahkan kita dalam rangka mendekat kepada-Nya. Menangislah! Untuk setiap dosa yang pernah kita rajut dalam kehidupan walau kita tak akan mampu menghitung betapa besarnya keingkaran diri melebihi ketaatan kita kepada-Nya. Pernahkah kita menangis atas kurangnya bekal persiapan untuk akhirat kita? Tempat yang kekal dan tujuan puncak kehidupan yang bekalnya kita persiapkan melalui dunia ini. Menangislah! Sebagai tanda kelembutan dan hidupnya hati yang senantiasa siap untuk menerima nasehat dan kebenaran yang datang. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan-Nya dalam setiap hal-hal baik yang kita usahakan serta menjauhkan kita dari sifat sombong dan merasa diri bersih, karena tanpa pertolongan dari-Nya, tak seorangpun yang sanggup melakukan kebajikan di atas permukaan bumi ini. ❤✫•°*”☀”*°•✫❤✫•°*”☀”*°•✫❤✫•°*”☀”*°•✫❤✫•°*”☀”*°•✫❤ ♫•*¨*•.¸ﷲ¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ☆ღ*¨*¤.¸¸::♥::♥.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ*♥♫•*¨*•♫ (´'`v´'`) `•.¸.•´ ღ☆ღ Semoga catatan ini bermanfa'at ღ☆ღ .¸.•´¸.•*¨) (¸.•´ (¸.•´ ♥♥ Aamiin ya Robbal 'alamiin ♥♫♥♫Salam Ukhuwah Fillah ♥♥ ♫•*¨*•.¸ﷲ¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ☆ღ*¨*¤.¸¸::♥::♥.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ*♥♫•*¨*•♫

PERSIAPAN MENJELANG RAMADHAN ---------------------------------

Ramadhan telah diambang pintu, tanpa kita rasakan, waktu bergulir begitu cepat, kita telah berada di bulan Sya'ban, bulan yang menjadi bulan istimewa, selain bulan Ramadhan. Setiap Waktu-waktu yang kita lewati, masing-masing mempunyai kelebihan dan keutamaan yang berbeda, maka kita harus bisa memperlakukannya secara proposional. Termasuk dalam menyiapkan kedatangan bulan suci Ramadhan yang memiliki banyak keutamaan. Karena didalam Ramadhan adalah bulan diwajibkannya shaum, dianjurkan memperbanyak amalan sunnah, serta diperintahkan memperbanyak membaca Al-Quran. Disamping itu, bulan Ramadhan adalah bulan pengendalian diri dari syahwat perut, hawa nafsu serta pengendalian anggota tubuh dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai shaum. Oleh karena itu, hendaknya kita menyambut bulan suci ini dengan suka cita dan penuh kerinduan, serta mempersiapkannya sebelum ramadhan tiba, sehingga dapat menumbuhkan motivasi/semangat dalam menjalankan segala amal ibadah di bulan tersebut. Apa yang harus kita persiapkan dalam rangka menyongsong kedatangan tamu agung ini? Ada beberapa hal yang harus kita persiapkan agar kita mampu untuk mengisi bulan yang penuh berkah ini dengan kegiatan yang dapat menambah amalan kita ketika kita menghadap Allah SWT. Diantara persiapan tersebut adalah: Pertama, Persiapan Keimanan. Ini adalah persiapan yang paling utama, karena kekuatan iman-lah yang akan menjadi motor penggerak segala bentuk ibadah kita sebelum, ketika dan pasca ramadhan. Apabila kita membaca sejarah Rasulullah saw dan para sahabatnya, betapa persiapan mereka dari sisi ini sangat luar biasa, yaitu dengan melaksanakan shaum-shaum sunnah di bulan sya'ban. Hal tersebut mereka lakukan dalam rangka mempersiapkan dan menyongsong kedatangan bulan Ramadhan. Disamping itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan memohon serta memberi maaf agar kedatangan bulan suci ini kita sambut dengan hati bersih dari segala bentuk dosa dan perselisihan, rasa dengki dan penyakit-penyakit hati yang lainnya. Dengan demikian, persiapan keimanan menjelang Ramadhan merupakan bagian terpenting yang harus dilakukan setiap mukmin. Bahkan didalam surat Al-Baqarah ayat 183 dijelaskan, bahwa shaum Ramadhan diwajibkan kepada orang-orang yang beriman. Artinya, hanya orang-orang beriman-lah yang memiliki kemampuan untuk menjalankan shaum Ramadhan dengan benar. Kedua, Persiapan Akhlak. Tak sedikit umat Islam yang menjalankan ibadah shaum di bulan Ramadhan hanya untuk menahan lapar dan dahaga saja, tanpa ada keistemewaan yang ia dapatkan dibalik pelaksanaan ibadah shaum tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, "Berapa banyak orang yang shaum, namun mereka tidak mendapatkan dari shaum mereka kecuali lapar dan dahaga" (HR.Thabrani, Ahmad dan Baihaqi). Agar shaum yang kita laksanakan berkualitas, maka persiapkanlah diri kita dengan akhlak Islam, seperti menjaga pandangan dari hal-hal yang dilarang dan menjaga lisan dari ucapan yang kotor. Intinya, kita harus menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat. Ketiga, Persiapan Fisik. Badan kita adalah salah satu komponen yang juga harus kita siapkan dalam menyongsong bulan ramadhan, karena tanpa badan yang sehat kita tidak akan mampu melaksanakan kegiatan dalam menjalankan ibadah shaum. Rasulullah saw pernah bersabda "Seorang mukmin yang kuat lebih dicintai daripada mukmin yang lemah". Artinya, setiapkali kita menjalankan ibadah, terlebih lagi ibadah shaum, maka fisik kita harus tetap fit, agar ibadah yang kita laksanakan bisa optimal. Keempat, Persiapan keilmuan. Agar ibadah Ramadhan yang kita laksanakan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan tashawur (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis taklim yang membahas tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai perintah Allah dan tuntunan Rasulullah saw. Itulah empat persiapan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Tanpa empat persiapan tersebut, maka shaum kita akan sia-sia. Optimalisasi Amaliah Ramadhan Sebagai sarana tazkiyah (pensucian) dan tarqiyah untuk meraih “gelar” taqwa, sudah selayaknya Ramadhan diisi dengan berbagai aktifitas yang terencana. Agar buah Ramadhan dapat kita petik untuk kehidupan selama dan pasca Ramadhan. Selain shaum Rasulullah Saw., telah memberikan teladan kepada umatnya dengan melakukan amaliah Ramadhan, antara lain: 1. Tilawah Alquran. Membaca Alquran merupakan transaksi yang selalu menguntungkan, tidak akan pernah mengalami kerugian sepanjang zaman. Firman Allah Swt., "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat serta menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka baik dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS. Fathir [35]:29-30) Membaca Alquran di bulan Ramadhan sangat besar ganjaran dan nilainya. Rasulullah Saw., sangat besar perhatiannya pada Alquran melebihi bulan-bulan lainnya, di sebabkan pada bulan Ramadhan; (a) Alquran pertama kali diturunkan. (b) Allah Swt., menurunkan Alquran dari Lauhul Mahfuzh ke langit dunia. (c) Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah Saw., sehingga beliau melakukan muraja'ah padanya. 2. Qiyamullail/Tarawih. Di samping Ramadhan disebut sahrus shiyam juga disebut sahrul qiyam. Banyak ayat ataupun hadits yang menganjurkan untuk mengisi malam Ramadhan dengan qiyamullail (tarawih) untuk mendekatkan diri pada Allah Swt., berharap ampunan-Nya. Sebagaimana Sabda Rasulullah Saw., "Barang siapa yang melakukan qiyamullail di bulan Ramadhan karena iman dan ikhlas dalam pelaksanaannya maka ia akan diampuni dosa-dosa sebelumnya (dan yang akan datang)." (HR. Bukhari - Muslim) 3. Ith'amuth Tho'am (memberi makan orang yang shaum) dan berinfaq. Salah satu amaliah Ramadhan yang dilakukan Rasulullah Saw., ialah memberi ifthar (santapan berbuka puasa pada orang yang shaum) sebagaimana Sabdanya: Barang siapa yang memberi ifthar kepada yang shaum maka ia akan mendapatkan pahala senilai pahala yang shaum itu tanpa mengurangi pahala orang yang shaum." (HR. At-Tirmidzi) Dalam hal memberi ifthar dan shadaqah di bulan Ramadhan tidak saja terbatas hanya untuk keperluan ifthar, melainkan untuk segala kebajikan. Rasulullah yang dikenal dermawan, beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Untuk lebih konkrit, infaq ini dapat disalurkan kepada: (a) Orang yang berjihad di jalan Allah Swt. (b) Fakir miskin dan orang yang memerlukan (diutamakan keluarga dekat). (c) Masjid-masjid atau lembaga sosial Islam yang dapat dipercaya untuk dapat menyalurkannya. 4. Memperhatikan Kesehatan. Meskipun shaum termasuk ibadah mahdhah, agar tetap optimal, Rasulullah mencontohkan umatnya tetap memperhatikan kesehatannya selama shaum dengan hal-hal sebagai berikut: (a) Menyikat gigi (bersiwak). (b) Berbekam. (c) Memperhatikan penampilan. Rasulullah Saw., pernah berwasiat pada Ibnu Mas'ud agar memulai shaum dengan penampilan yang baik, tidak dengan wajah yang kusut. (d) Mengurangi tidur. Di masyarakat kita tidur pada bulan Ramadhan telah menjadi suatu kebiasaan, dengan tujuan agar tidak terlalu merasakan lapar dan dahaga. Padahal berapa banyak waktu dan umur menjadi sia-sia karena tidur. Memang benar ada hadits yang menyatakan "Tidurnya orang shaum adalah ibadah, tapi tentu saja tidak dijadikan alasan untuk membiasakan diri memperbanyak tidur di bulan Ramadhan. Rasulullah Saw., umahatul mukminin dan para sahabat begitu aktif melakukan kegiatan beribadah, bukan kegiatan tidur. 5. Memperhatikan Harmonisasi Keluarga. Meskipun ibadah shaum adalah ibadah yang khusus diperuntukkan kepada Allah Swt., dan mempunyai nilai khusus namun Rasulullah Saw., sebagai suri tauladan juga tetap menjaga harmoni dan hak-hak keluarga selama Ramadhan. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah dan 'Aisyah. Bahkan di saat beliau berada dalam puncak ibadah shaum yaitu 'itikaf, beliau tetap menjaga harmoni keluarga. 6. Memperhatikan Aktifitas Sosial, Perluasan Dakwah dan Jihad. Berbeda dengan kesan banyak orang tentang Ramadhan, Rasulullah Saw., justru menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum berbagai aktifitas yang positif. Selain aktifitas di atas, beliaupun mengisinya dengan aktifitas da'wah dan sosial, perjalanan jauh dan jihad. Seperti: perjalanan ke Badar (th 2 H), ke Makkah (th 8 H), ke Tabuk (th 9 H) dan lainnya. 7. Berdo'a dan Taubat. Orang mukmin yang sadar, bahwa dirinya lemah dihadapan Allah Swt., akan terus me-mohon ampunan atas segala kekhilafan dan kelemahan diri. Apalagi Ramadhan sebagai bulan ampunan dan rahmat. Rasulullah Saw., selama Ramadhan selalu membaca do'a, Ya Allah Engkau pemberi maaf, maka maafkanlah diriku." sebagai wujud pemintaan maghfirah dan rahmat Allah Swt. 8. I'tikaf. Amaliah Ramadhan yang juga dilakukan beliau adalah beri'tikaf yakni berdiam diri di masjid dengan niat beribadah pada Allah Swt., terutama sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Sebagaimana firman-Nya: "...Kemudian sempurnakanlah shaum itu sampai malam, tetapi janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa." (QS. Albaqarah [2]:187) 9. Lailatul Qadar. Pada Ramadhan terdapat satu malam yang lebih berharga dari seribu bulan. Rasulullah Saw., tidak pernah melewatkan kesempatan untuk meraihnya terutama pada malam-malam ganjil. Dalam hal ini Rasulullah Saw., bersabda, "Barang siapa yang shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan ikhlas pada Allah maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Ahmad) 10. Umrah. Umrah di bulan Ramadhan nilainya sama dengan ibadah haji atau haji bersama Rasulullah Saw., sebagaimana jawaban Rasul pada Ummu Salamah yang bertanya masalah tersebut. Sabda Rasulullah Saw., "Apabila datang bulan Ramadhan maka berumrahlah, sebab umrah di bulan Ramadhan sama nilainya dengan haji atau sama dengan ibadah haji bersamaku." (HR Bukhari - Muslim) Demikian amaliah dan aktifitas Ramadhan yang dianjurkan kepada kita untuk menjadi sarana tazkiyah (pensucian) dan tarqiyah untuk meraih “gelar”taqwa. Agar buah Ramadhan tetap terjaga selama dan pasca Ramadhan bahkan selama kehidupan kita. Sehingga seakan-akan seluruh kehidupan kita adalah Ramadhan Wallaahu a'lam.
Logo Design by FlamingText.com