Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 September 2012

Likunya sebuah perjalanan

Likunya sebuah perjalanan Suatu ketika saat dia masih berada didalam suatu kandungan, orang tuanya tak mau dia lahir di dunia ini karena orang tuanya tahu kalau anak yang dikandungnya itu perempuan. Orang tuanya hanya ingin meinginkan anak laki-laki. Karena dari dulu orang tuanya hanya di karuniai anak perempuan. Orang tuanya sudah memiliki 3 anak perempuan, anak pertama berumur sekitar 22 tahun , yang kedua berumur 17 tahun, dan yang ke tiga berumur 3 tahun dan yang terakhir masih dalam kandungan yang masih berumur 4-5bulan. Tapi orang tuanya dari dulu mendambakan seorang anak laki-laki. Tapi Allah berkehendak lain, Allah tetap memberinya seorang anak perempuan. Tapi apa yang dilakukan dua orang tua itu, seharusnya mereka bersyukur karena masih dikaruniai seorang anak, diluar masih banyak orang tua yang menginginkan seorang anak tetapi sampai saat ini juga belum dikaruniai seorang anak, mereka masih lebih baik daripada mereka-mereka yang belum dikaruniai seorang anak. Setelah mereka mengetahui anak yang masih ada didalam kandungan istrinya itu perempuan, mereka berusaha agar anak itu tidak akan lahir di dunia ini dan tak mempedulikan anak yang masih adadalam kandungan istrinya itu. (malang bener anak itu) L L. Tetapi Allah masih tetap berkehendak lain. Seorang anak yang ada dalam kandungan seorang ibu itu masih diberi nafas untuk merasakan lahir didunia ini. Dan akhirnya anak itu terlahir di dunia ini dan Allah masih memberikan nafas untuk seorang anak itu, meskipun beberapa cobaan yang di lalui anak itu didalam masih berada dalam suatu kandungan ibunya. Meskipun terlahir dengan fisik yang tidak normal dan sempurna yang tadinya di buat oleh orang tuanya sendiri. (sungguh kejamnya orang tuanya, tega-teganya menyianyiakan darah dagingnya sendiri). Mungkin dalam hati anak itu berkata bersyukur masih di beri kesempatan terlahir didunia ini dan juga masih diberi kesempatan tuk menghirup udara di dunia. Baru saja 1 bulanan hari didunia ini, seorang bayi itu mempunyai cobaan yang harus diterimanya. Sungguh malang nasip seorang anak itu, yang dari awal dalam kandungan yang tak penah mendapatkan kasih sayang seorang kedua orang tua sampai akhir dan akhirnya dia lahir cobaan itu masih saja menimpanya. Hanya sebentar bayi itu dipangkuan ke dua orang tuanya tapi orang tuanya masih tetap melakuakan suatu hal agar anak itu tidak tinggal bersana orang tuanya. 1 keputusan yang diambil orang tua anak itu yaitu dengan cara memberikan anak itu kepada soudara perempuan ibunya, keputusan itu benar2 dilakukan orang tuanya anak itu, dan akhirnya sebagian baju-baju anak itu dikasih kan kepada soudara perempuan ibunya. Soudara perempuan ibunya menerima seorang bayi yang diberikan kakaknya dengan tangan terbuka dan penuh kasih sayang meskipun bukan darah dagingnya. Dia dirawat dengan penuh rasa sabar dan kasih sayang meskipun dengan keadaan fisik yang tak sempurna. Cobaan yang menimpanya itu juga belum kunjung selesai , sekarang dia sudah besar tetapi dia sakit-sakitan entah itu disebabakan dari keadaan fisiknya yang tak normal tau bukan. Tapi ibu angkatnya masih tetap merawatnya dengan sabar dan ikhlas. Dah hampir berumur 1,5 tahun masih belum bisa jalan,tapi AlhamduLiLLah dia sekarang sudah dapat bejalan meskipun belum sempurna seprti teman2nya yang lain. Sungguh malang nasip anak itu semoga nanti dia bisa membuktikan kepada orang tuanya kandung bahwa dengan suatu kekurangan dia biasa berprestasi dan menjadi orang yang berhasil Amieennnn…….

Rabu, 07 Maret 2012

Kasih Ibu Tiada Akhir


Kasih Ibu Tiada Akhir
Alur kisah ini di ambil dari salah satu riwayat penulisnya, kalau pun ada kesamaan alur cerita pada tiap kata atau cerita yang ada itu hanya bersipat kebetulan saja, dan kami mohon maaf.

Terkisah dalam satu keluarga sederhana di sebuah pedesaan, terlahirnya bayi mungil yang terlahir sempurna tiada cacat atau cedra setitik pun. Bayi itu tumbuh besar dalam dekapan Ibu dan Ayah yang menyayangi.Ringkas ceritanya terkisah pada satu keadaan dimana seorang bapa harus pergi merantau ke kalimantan untuk mencari nafkah, saat itu anak laki-laki yang tumbuh besar itu tengah belajar di SMP kelas 3. Kekurangan biaya membuat keadaan dan memaksa anak itu untuk banting tulang membantu ibunya di kebun mencari kayu bakar dan menanam tumbuh-tumbuhan dan sayur-sayuran. Pada suatu hari (pagi-pagi), Mah rasanya gak enak badan niih, Ibunya menjawab; kenapa? gak tau nih mah kaki ko pegel-pegel, ya sudah gak usah berangkat sekolah saja jawab ibunya... tanggung mah berangkat aja aah, ya sudah sarapan duluu giih.. ibunya menyuruh untuk sarapan pagi, entar aja di sekolah mah, ya udah entar pulang sekolah jangan main jauh-jauh, nyari kayu bakar dan jangan lupa shalat juga, ucap ibunya, iya mah, berangkat dulu yah... Assalamualaikum...! ucap anak itu pamitan pada ibunya, waalaikumsalam, hati-hati... jawab ibunya.

Ringkas cerita; Sepulang sekolah anak itu lupa dengan apa yang di suruh ibunya yaitu mencari kayu bakar, malah pas tengah di perjalanan menuju mesjid untuk melaksanakan shalat Ashar dia di ajak temannya untuk menemani ke kakenya, anak itu nurut aja, dan dia pun lupa dengan maksud awal untuk melaksanakan shalat ashar,.. Ringkas cerita sepulang dari rumah kake temannya di tengah perjalanan mengalami kecelakaan, yaitu motor yang di kendarainya tabrakan sama mobil bak yang tengah melintas berlawanan arah, dan kaki kanan anak itu patah, dan yang satu lagi di bawa ke rumah sakit karena mengalami pendarahan. Dan anak itu di bawa ke rumah warga terdekat, setibanya malam mamahnya dan keluarga datang, ibunya menangisi dan memeluk-meluk anaknya yang tengah kesakitan. Ibunya bilang, kenapaa? kenapa bisa gini??? sambil nangis, coba nurut sama mamah pasti gak bakalan jadi seperti ini. Iya maah, maaf... jawab anaknya sambil nangis dan meringis kesakitan...

Ringkas cerita; anak itu di bawa ke rumah kakenya yang terdekat. hari demi hari ibu jadi gak bisa kemana-mana, karena harus merawat anak itu karena memang kaki bagian kanannya patah. Dengan penuh kasih dan ketulusan ibunya merawat dari mulai mengganti baju, menyuapi makanan, minuman, membuang kotoran, dll, itu di lakukan ibunya setiap hari tanpa mengeluh. Sampai ahir dimana anak itu bisa berjalan lagi walau memang gak bisa sempurna seperti biasanya dulu, ibunya bersusah payah mencari bantuan materi, untuk kelangsungan pengobatan anaknya. Dan semua kisah itu harus di lalui seorang ibu sendiri. hingga saat anak itu tengah menjalani ujian ahir nasional (UAN)SMP kelas 3, ibu berpuasa untuk anaknya, dan pada hasil ahir menentukan anak itu lulus dengan hasil baik walau sebelumnya beberapa bulan gak bisa masuk sekolah. semua upaya-upaya lahiriah dan batiniah seorang ibu berbuah hasil yang memuaskan, dan anak itu memeluk ibunya sambil nagis, "terima kasih ibu...!? sambil nangis.

Nah itulah sepintas riwayat atau kisah kasih sayang ibu pada anaknya yang penuh dengan kasih sayang dan penuh ketulusan. Mohon maaf atas kekurangan dalam berbahasa, penerapan cerita dan lain-lainya, karena memang saya masih dalam proses pembelajaran.

Minggu, 07 Agustus 2011

TIGA ORANG BERJANGGUT

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata, " Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut. Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, " Apakah suamimu sudah pulang ? " Wanita itu menjawab, " Belum, dia sedang keluar. " Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali ", kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, " Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini. Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam ".

" Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama ", kata pria itu hampir bersamaan. " Lho, kenapa ?" tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seorang pria itu berkata, " Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, " Sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu ?"

Wanita itu kembali masuk ke dalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminyapun merasa heran. " Ohho ... menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan." Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, " Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen kebun kita."

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. " Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam ? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta." Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. " Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita."

Wanita itu kembali keluar, dan bertanya kepada 3 pria itu. " Siapa diantara Anda yang bernama Cinta ? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini." Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho .. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan " Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga ?"

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. " Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemanapun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta."

" Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini."**

**~JALAN MENUJU KEINDAHAN~**

**~JALAN MENUJU KEINDAHAN~**


Seekor anak kerang didasar laut mengeluh pd ibunya, sebutir pasir tajam masuk ke dalam tubuhnya yg lembek..

Lalu sang ibu kerang brkata;
"Anakku.., Tuhan tak mmberi kita tangan, sehingga ibu tak bisa menolongmu..
Ibu tahu itu sakit, tp terimalah sebagai takdir.
Kuatkan hati, kerahkan semangat melawan nyeri yg menggigit, balut pasir itu dgn getah perutmu..
Hny itulah yg bisa kau perbuat.."
Demikian kata ibunya dgn sendu dan lembut sambil menitikkan air mata..


Anak kerangpun menurut...

Kadang rasa sakit terasa begitu hebatnya, sehingga ia sempat meragukan nasihat ibunya.
Dgn air mata- ia brtahan, tdk hny hari demi hari, tp brtahun-tahun..


Tanpa disadarinya.., sebutir mutiara mulai trbentuk dalam dagingnya.

Makin lama makin halus..
Rasa sakitpun mulai brkurang..

Makin lama mutiaranya semakin besar, utuh mgkilap, dan brharga mahal, trbentuk dgn sempurna..

Penderitaannya membuahkan hasil yg menakjubkan.
Dirinya kini mnjadi sangat brharga...


Demikianlah sobat...
Terkadang apa yg tdk kita sukai sesungguhnya hal itu sangat baik bagi kita..

Selasa, 26 Juli 2011

Arti Sahabat

Bintang yang setia pada malam, begitu pula kesetiaan embun menemani pagi. Matahari yang tak pernah lelah terangi dunia ini. Seperti itulah persahabatan, selalu setia tanpa diminta. Saling mengerti tanpa harus memohon. Tak ada satupun orang di dunia ini yang hidup tanpa persahabatan, persahabatan adalah kisah terindah yang tak terlupakan bagi setiap insan yang pernah merasakannya.
Yudha, Satrya, Olive, Bondan dan Meta sedang duduk bergerombol bersama. Mereka mengobrol, bernyanyi sambil sesekali tertawa lantang, saling menjahili satu sama lain. Sungguh seperti sebuah keluarga yang harmonis.
Karena merasa iri hati, Lexa dan Tita yang tak mempunyai banyak teman datang untuk mengacaukan suasana.
Lexa : “Idih…!! suara pas-pasan aja sok mau nyanyi! Diem aja deh mendingan,” (dengan wajah menghina)
Bondan : “Eh.. suka-suka dong! Kayak suara kamu aja yang paling enak, KD kalah cempreng tuu!”
Semua anak di tempat itu tertawa keras, kecuali Lexa dan Tita yang rautnya berubah menjadi tak karuan. Bondan dan kawan-kawannya pun melanjutkan obrolan mereka lagi tanpa menghiraukan Lexa dan Tita.
Lexa dan Tita : (pergi meninggalkn tempat dengan wajah berlipat)
Bondan : “Hmm.. sorry fren, aku balik duluan ya? Ada janji buat latihan, maklum mau ada konser amal kecil-kecilan gitu..”
Meta : “Duh, sibuknya! Ya udah buruan berangkat, ati-ati!” (sambil melambai-lambaikan tangan)
Olive : “Waduh.. panggilan alam nih, aku ke toilet dulu yah..? (buru-buru meninggalkan anak-anak yang lain)
Yudha : “Hmm, dateng lagi deh ‘langganannya’! Dasar gak berubah.. haha..”(menggeleng-gelengkan kepala)
Meta : “Hahaha, biasa lah, Na. Kalo nggak gitu, bukan Olive namanya,”
Meta : “Eh, haus nih.. minum es enak kali ya??”
Satrya : “Iya juga ya. Oke kalo gitu aku beli es dulu ya, tunggu di sini aja sama Meta,” (berlalu pergi meninggalkan Luna dan Meta)
Yudha : “Na.. sebenernya beberapa bulan ini ada yang beda dari aku, aku udah nggak bisa nyembunyiin ini semua. Dan menurutku cuma kamu yang bisa jaga rahasia ini.”
Meta : “Rahasia? Cerita aja, Dha.. kita kan temenan udah lama. Lagian aku udah siap kok buat jadi pendengar yang baik,” (berusaha meyakinkan Meta)
Tanpa mereka sadari, Satrya berdiri di kejauhan dengan beberapa bungkus es di tangannya. Satrya melihat Yudha dan Meta sedang asyik bercerita, dan mengurungkan niatnya untuk menghampiri mereka. Ia melamun. Dan saat tersadar dari lamunannya, ia menuju Meta dan Yudha, dan tersentak ia terkejut mendengar ucapan Yudha.
Yudha : “Aku…..su ka Olive.
Satrya : “Hah..?! Yudha suka Olive??” (berkata lirih)
Kebetulan Bondan juga sudah datang.
Olive : “Hah?!” (datang tiba-tiba dan mendengar ucapan Yudha yang membuatnya kesal)
Di saat itu pula pertengkaran terjadi.
Yudha : “Eh, kalian udah pada balik!” (sambil tersenyum dengan sapaan halus)
Meta : “Dha.. serius kamu suka Olive??”
Satrya : “Hmm.. ngomong apa sih, kamu..? (pura-pura tidak tahu)
Bondan : “Halah..!! gak usah bo’ong deh.. aku denger kok!” (dengan nada agak tinggi)
Yudha : “Kamu salah denger, kali?” (berusaha menengahi)
Satrya : “Heh udah diem semua!!” (berusaha menandingi nada tinggi Bondan dan Yudha)
Meta : “Oh gitu ya?! Berarti kamu tuh yang ngerebut gebetan temen sendiri.
Keadaan semakin parah karena tidak ada yang mau mengalah.
Yudha : “Udah, udah… jangan bertengkar cuma gara-gara masalah cewek!” (berusaha melerai)
Satrya : “Kita udah temenan lama, jangan sampai semua rusak cuma karena masalah sepele kayak gini!” (berkata paling bijak)
Bondan : (meninggalkan teman-temannya dan pergi menyendiri)
-Script 1-
Sialnya, dua orang yang sangat membenci Bondan cs mengetahui perkara ini. Alexa memanfaatkan keadaan ini untuk menghancurkan persahabatan mereka berlima. Dengan satu-satunya teman setia yaitu Tita, mereka mempengaruhi Bondan supaya memusuhi dan membenci semua sahabatnya itu.
Bondan : (duduk termenung, sendiri, dan terdiam)
Alexa : “Ehm.. kok cemberut sih??” (berusaha menarik simpati Olive)
Tita : “Ada masalah ya, Liv?”
Bondan : “Katanya sahabat, masak harus naksir cewek yang sama?! Bete banget, kan??” (berkata dengan nada ketus)
Lexa : “Sabar aja deh. Mending sementara nggak usah temenan deh sama mereka. Nanti kan jadi saingan yang nggak sehat!” (merayu)
Tita : “Iya, bener tuh,” (meyakinkan Bondan)
Bondan : “Gitu, ya..?”
Lexa : “Gini aja, mending mulai sekarang kamu gabung ama kita berdua. Nanti kita akan bantu kamu ngalahin si Yudha gingsul itu!”
Tita : “Iya, bener, Bondan. Kita bela kamu kok”
Bondan : “Emang boleh..??”
Tita dan Lexa : “Ya boleh, lah!!”
Bondan hanya tersenyum, entah benar atau tidak keputusannya ini, dia tidak begitu peduli saat itu.
-Script 2-
Di sisi lain, keadaan rumah tangga orang tua Yudha sedang dilanda pertengkaran hebat. Papanya yang selalu marah-marah bersikap keras dan memukul Mama Luna. Sementara itu Aldo, adik Yudha hanya bisa diam tanpa mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Papa Pratama : “Kamu ini bisanya bikin susah suami aja!!” (membentak-bentak Mama Mey)
Mama Mey : “Aku salah apa, Pa..??”
Papa Pratama : “Kerjaan kamu seharian cuma shopping, arisan, ngumpul sama temen-temen. Nggak pernah ada di rumah. Liat ni anak kamu jadi nggak keurus!”
Mama Mey : “Tapi Papa juga sibuk sendiri sama klien-klien di kantor. Nggak peduli sama istri dan anak-anak!!” (menangis dan memeluk Aldo)
Papa Pratama : (Plaak..!! tmparan keras singgah di wajah Mama Mey)
Aldo : “Ma, Papa kok mukul-mukul Mama..?” (dengan penuh kepolosan)
Mama Mey : (menangis)
Di saat itu pula Yudha datang dan terkejut melihat semua yang terjadi.
Yudha : “Mama…?!” (datang memeluk Mama Mey)
-Script 3-
Keesokan harinya..
Satrya menceritakan semua yang terjadi kemarin antara Yudha dan Bondan Sekejap terkejutlah Olive mendengar semua itu.
Satrya : “Menurutku kamu hrus cepet bikin keputusan. Kasih kepastian buat mereka berdua. Aku nggak mau mereka bertengkar terlalu lama.”
Olive : “Oke, oke..! aku bakal berusaha jelasin semuanya biar mereka nggak bertengkar sia-sia,”
Olive pun berusaha menemui Yudha dan Bondan hari itu juga. Namun sayang, hanya Yudha yang mau menerima keputusan Olive, sedangkan Bondan lebih memilih menghindarinya.
Olive : Dha, Satrya udah nyeritain semua ke aku tentang yang kemarin. Bener kamu suka aku..?” (berusaha memastikan)
Yudha : “Satrya nggak bohong kok soal yang kemarin itu!”
Olive : “Gini, Dha. Sebelumnya aku minta maaf. Soalnya gara-gara aku kamu jadi tengkar ama Bondan. Bukannya apa-apa, tapi buat waktu dekat ini aku lagi nggak pengen mikirin cowok. Kamu udah tau kan kita udah temenan lama sejak dlu,” (menerangkan dengan bijaksana)
Yudha : “Oke. Aku ngerti kok. Cuma kayaknya sekarang Bondan udah terlanjur terpengaruh sama Alexa. Kayaknya bakal sulit buat ngembaliin dia kayak dulu lagi,” (sambil mendesah putus asa)
Bondan, Lexa, dan Tita : (berjalan melewati Yudha dan Olive, namun bersikap tak acuh dan sama sekali tak peduli)
Olive : “Bondan?”
Bondan : (berjalan terus tanpa henti)
-Script 4-
Mendekati Aldo adalah salah satu cara yang dipakai Satrya untuk menarik perhatian Bondan. Hari ini pun Satrya akan mengunjungi rumah Bondan. Dan di perjalanannya menuju rumah Bondan, ia melihat Aldo tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Sepertinya ia menjadi korban tabrak lari. Cepat-cepat Satrya membawa Aldo ke Rumah Sakit.
Sesampainya di Rumah Sakit…
Satrya : “Halo, Yudha ? Adek kamu di RS. Dia habis ketabrak kendaraan, cepetan kamu ke Rumah Sakit—mm, Cempaka Husada,” (langsung berbicara begitu suara di seberang telepon menjawab)
Yudha : “Hah, sekarang keadaannya gimana?!” (panik)
Satrya : “Udah tenang aja, yang penting kamu sekarang cepetan ke sini! Jangan lupa bilangin Mama dan Papamu!”
Dan tak lama kemudian Yudha datang terengah-engah, sambil berlari tergesa-gesa.
Yudha : “Ya ampun…. Aldo!!” (begitu melihat Aldo)
Satrya : “Dokter udah periksa dia, katanya luka di kepalanya itu nggak terlalu parah, kok,” (berusaha menenangkn Yudha)
Yudha : “Syukur deh kalo gitu..” (mendesah lega)
Satrya : “Hmm.. aku ke toilet dulu ya. Kamu di sini aja jagain Aldo sambil nunggu ortumu dateng,”
Yudha : “Iya, tapi jangan lama-lama,”
Satrya : “Oke,”
Saat Satrya berada di toilet, dia ingat akan teman-temannya yang pasti juga harus diberitahu tentang ini. Tanpa menunggu lagi, Satrya segera menelepon Olive dan Meta.
Setelah selesai memberitahu mereka, Satrya keluar dari toilet dan hendak berjalan kembali ke ruang rawat. Saat ia berjalan, tiba-tiba bahunya tertabrak dengan bahu seseorang. Betapa kagetnya Satrya saat melihat ternyata bahu yang ia tabrak adalah bahu Bondan.
Bondan : “Aduuh…!” (sambil memegangi bahunya)
Satrya : “Oh, maaf, maaf.. Nggak sengaja, lagi buru-buru,”
Bondan : “Iya, iya. Nggak apa-apa kok,”
Satrya : “.. lho? Bondan?? Ngapain kamu di sini..?”
Bondan : “Eh, Satrya.. Iya, aku habis nganterin Mama check up, tapi aku ada perlu, jadi Mamaku pulang duluan. Terus.. kamu sendiri nagapain di sini?”
Satrya : “Ini, Aldo adiknya Meta ketabrak, sekarang lagi dirawat di kamar 555. Ini aku lagi nungguin Yudha ama Olive dateng,”
Bondan: “Oh…”
Satrya : “Kamu masih marah sama Yudha? Sama kita juga?”
Bondan : “Ngg… nggak sih. Agak kesel aja. Emang kenapa?”
Satrya : “Bondan, aku cuma mau beritau, Alexa itu bukan orang yang baik. Dia manfaatin keadaan kita yang lagi retak ini dengan menghasut kamu. Inget Bond, kita udah lama sahabatan. Kita semua tau siapa aja yang layak diajak temenan. Dan Alexa nggak termasuk dalam kategori itu. Dia itu cuma mau ngehancurin kita aja..”
Bondan : “Tapi si Yudha itu lho..” (memasang wajah kecut)
Satrya : “Olive udah jelasin ke Yudha dan Yudha ngerti, kok. Masa kamu nggak bisa ngerti??”
Bondan : “Mmmh.. gimana ya?? Iya sih, aku liat Alexa itu nggak baik. Mm..”
Satrya : (menunggu Bondan sambil menatap matanya tajam)
Bondan :”.. mungkin aku pikir aku minta maaf aja ya ama Yudha…?”
Satrya : “Naah, gitu dong! Ya udah, kamu ikut aku aja ke kamarnya Aldo. Nanti kita tunggu Meta ama Olive dateng,”
Bondan : “Ya udah deh, yuk. Eh.. tapi aku ke toilet dulu ya. Kamu jalan aja duluan, ntar aku nyusul kok,”
Satrya : “Oke, cepetan ya!” (langsung pergi)
Sementara itu…
Mama Mey : “Aldo!! Anakku sayang,”
Papa Pratama : “Liat ini! Ngurus anak aja nggak becus!!” (menyalahkan Mama Mey atas apa yang terjadi)
Mama Mey : “Ini juga salah Papa! Selalu sibuk sampai nggak punya waktu buat nemenin Aldo main!” (balik menyalahkan)
Yudha : “Udah berhenti..!! Mama sama Papa kelakuannya sama aja! Aldo lagi sakit masih aja bertengkar, Yudha capek, Ma, Pa, dengerinnya!! Masalah itu gak bakal selesai kalau nggak diselesaiin baik-baik.. Yang ada kejadian malah tambah berantakan, coba deh Papa sama Mama ngertiin aku sama Aldo. Kita nggk pengen Papa-Mama tengkar terus! Yudha mohon dong Pa, Ma!!!!
Aldo : “Mama.. Papa.. Kak Yudha..” (tersadar dari pingsannya)
Papa Pratama : “Mama.. Aldo.. Yudha.. Papa minta maaf ya? Papa janji bakal nyediain waktu buat ngumpul bareng-bareng kalian semua. Papa sadar selama ini Papa terlalu sibuk di kantor,” (berbicara setelah termenung sejenak)
Aldo : “Iya.. kita semua maafin Papa! Tapi Papa janji ya gak boleh mukul Mama lagi..?”
Papa Pratama : “Iya,” (memeluk istri dan anak-anaknya)
-Script 5-
Kemudian, Satrya telah kembali dari toilet, bersamaan dengan Meta dan Olive yang baru datang. Tak lama kemudian, Olive mengetuk pintu..
Olive : “Ehm.. aku boleh masuk, kan?” (sedikit ragu)
Aldo : “Eh, Kak Olive. Nggak papa masuk aja, Kak!”
Olive : “Sebenernya.. selain mau jenguk Aldo, aku dateng juga untuk minta maaf atas semua kesalahanku sama kalian selama ini. Satrya udah jelasin semua ke aku. Kalian mau, kan, maafin aku..?”
Bondan : Aku juga minta maaf, soalnya udah ngomong kasar ke kamu. Maafin aku juga, ya?”
Meta : “Nah, kalau gini kan lebih enak, ya kan, Fren??”
Satrya : “Aku juga seneng kalo kita semua akur lagi kayak dulu,” (sambil tersenyum)
Yudha : “Makanya, laen kali kalo mau naksir cewek nggak usah pake acara kompakan..!”
Semua : (tertawa bersama-sama)
Tita : “Eh, sorry kalo ganggu. Sebelumnya aku mau minta maaf sama kalian. Selama ini aku salah pilih temen. Aku sadar Lexa cuma manfaatin aku aja. Kalian mau, kan, nerima aku jadi teman kalian??” (tiba-tiba muncul!)
Semua : “Ya boleh, lah!!”
Sesaat kemudian, handphone Tita berdering nyaring, mengejutkan semua orang… Terkejutlah semua orang dalam ruangan itu saat mendengar berita bahwa Alexa mengalami kecelakaan!
Meta : “Lho kok..?!”
Bondan : “Terus keadaannya gimana sekarang..?”
Olive : “Di Rumah Sakit mana?”
Yudha : “Parah apa nggak?”
Aldo : “Alexa itu siapa…?”
Tita : (hanya diam mendengarkan semua pertanyaan itu)
Satrya : “Gini aja. Sekarang biar Tita ceritain semua yang dia tahu tentang keadaan Alexa sekarang,”
Aldo : “Iya, ayo cerita. Aldo juga pengen tahu!”
Tita hanya diam. Dia masih shock dengan banjir pertanyaan barusan.
Olive : “Titaaa ??”
Tita : “Hmm.. jadi gini, sekitar satu jam yang lalu Lexa ceritanya mau ke sini. Dan tadi berita dari rumah sakit bilang kalo Lexa ditemuin jatuh di perempatan deket sini. Katanya keadaannya cukup kritis sih,”
Meta : “Rumah Sakit mana?”
Tita : “Emm, Cempaka apaa gitu, lupa aku—”
Bondan : “Cempaka Husada, Ta?”
Tita : “Nah itu! Bener!”
Bondan : “Ya ampun Taaa, itu kan Rumah Sakit ini! Ayo ayo kita tanya ruangan mana!” (semua orang menepuk jidat)
Olive : “Ya udah, sekarang kita bareng-bareng buruan cari. Om, tante, kita semua permisi dulu yah!!”
Dan tak lama kemudian mereka semua tiba di ruangan tempat Alexa dirawat.
Tita : “Lexa… kamu nggak apa-apa kan?” (paling antusias)
Alexa : “Aku udah agak mendingan kok.. makasih ya kalian semua udah mau jenguk aku..”
Meta : “Ya.. walaupun kita masih agak kesel ama kamu,” (sedikit ketus)
Bondan : “Udahlah.. yang kemaren nggak usah diungkit-ungkit lagi!”
Alexa : “Hhm, aku minta maaf yah, selama ini aku banyak banget salah ama kalian. Mau kan, maafin aku??”
Meta : “Iya, kita mau kok maafin kamu! Tapi ada syaratnya, lho!”
Alexa : “Apa syaratnya?”
Meta : “Kalo kamu udah sembuh nanti, traktir kita semua makan!!” (sambil tersenyum-senyum)
Yudha : “Eitz.. satu lagi, adek aku juga diajak yah?” (merayu)
Semua : (tertawa bersama-sama)
Tak ada satupun manusia di dunia ini yang sempurna. Mereka semua tak pernah luput dari kesalahan. Oleh karna itu meminta maaflah jika merasa bersalah. Dan maafkanlah bila ada yang bersalah. Semua akan indah jika kita saling memaafkan satu sama lain.

Selesai
Logo Design by FlamingText.com